Krapyak Jogja: Pusat Pendidikan Islam di Yogyakarta

Daerah Krapyak Jogja

Kali ini baituna syariah akan mengulas tentang krapyak Jogja. Daerah ini dikenal sebagai pusat pendidikan agama Islam di Yogyakarta dan sekitarnya.

Ada cukup banyak pesantren yang berada di daerah Krapyak. Dan berikut ini beberapa hal yang akan kami ulas tentang Krapyak Jogja.

Yuk check this out.

Mengenal Krapyak Jogja

Krapyak adalah salah satu daerah berada di Jogja. Masyarakat mengenal daerah ini sebagai tempat berdirinya banyak pesantren.

Dari sekian banyaknya pesantren yang ada, ada 2 pesantren yang bisa dikatakan cukup besar:

  1. Pondok Pesantren Al Munawwir
  2. Pondok Pesantren Ali Maksum

Sekarang ini daerah Krapyak sudah sangat ramai. Dan ini membuat banyak orang, termasuk Anda, mungkin tidak percaya kalau daerah ini dulunya rawan dan penuh semak belukar.

Posisi Krapyak berada di selatan Keraton Yogyakarta.

Di Krapyak, dulunya sangat sedikit masyarakat yang beragama Islam. Tapi seiring berjalannya waktu, jumlah penganut agama Islam semakin bertambah.

2 Tokoh Berpengaruh di Krapyak Jogja

Ada 2 tokoh yang berpengaruh di Krapyak:

1) Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad

Beliau adalah orang yang merintis pesantren krapyak Jogja.

Setiap hari di pesantren ini terdengar alunan ayat suci al-qur’an. Alunan ayat suci al-qur’an ini “Mengajak” banyak orang di sekitarnya untuk ber Islam.

2) KH Ali Maksum

Selain KH Muhammad Munawwir, ada satu nama lagi yang begitu dikenal oleh masyarakat Krapyak. Yaitu KH Ali Maksum. Beliau adalah menantu dari KH Muhammad Munawwir.

Setelah KH Muhammad Munawwir meninggal, beliau diminta menggantikan sang mertua untuk mengelola pesantren di Krapyak Jogja.

Ada 1 kisah yang sangat diingat dari KH Ali Maksum.

Kisah ini diceritakan oleh seorang santri Krapyak sekaligus mahasiswanya bernama Ahmad Majidun.

Majidun dikenal sebagai aktivis kampus yang sering meninggalkan pondok untuk kegiatan keluar kota.

Karena kesibukannya ini dia sering bolos pengajian di pondok pesantren. Termasuk ketika dibimbing oleh KH Ali.

Akibat ulahnya ini, dia pernah dipanggil Kiai. Tapi bukannya hukuman yang dia dapatkan, melainkan tawaran untuk diajak jalan-jalan, dan KH Ali sendiri yang menjadi supirnya.

Kejutan lainnya ketika mobil KH Ali berhenti di kampus Majidun.

Ketika ditanya mengapa mengantarnya ke kampus, dengan tenang KH Ali menjawab ingin mengantarkan santri kesayangannya kuliah.

Ini menjadi tamparan keras bagi santrinya itu.

Karena meskipun sudah melakukan perbuatan yang kurang baik, KH Ali masih tetap sayang dan perhatian dengan santrinya tersebut.

***

Itulah cerita singkat tentang daerah Krapyak Jogja, yang merupakan pusat pendidikan agama Islam di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Kalau Anda ingin mengetahui cerita lebih detail lagi tentang Krapyak Jogja, Anda bisa langsung berkunjung ke Jogja, sambil traveling bersama keluarga tercinta.

Disana Anda bisa langsung bertanya pada masyarakat sekitar.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di Jogja.

shares
Customer Support